Keterkaitan SDGs Denmark dengan Kebijakan Global di Uni Eropa

Globalisasi dan Pembangunan Berkelanjutan di Denmark

Dampak Globalisasi terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Denmark

Denmark memiliki visi serta misi menghadapi globalisasi termaksud rancangan pembangunan berkelanjutan, dimana kekuatan ekonomi dan beberapa sektor lainnya berkembang baik tanpa harus mengorbankan masa depan dengn memperbaiki lingkungn hidup sekitar.  Pemerintah Denmark berkomitmen untuk melakukan tindak lanjut yang ambisius secara nasional maupun internasional mengenai pembnginn berkelanjtan dengan wacana akhir pada tahun 2030 nanti, pemerintah Denmark juga menggandeng semua pemangku kepentingan dan juga masyarakat untuk berkntribusi pada program pembangunan berkelanjutan tersebut. Kemudian bagaimana dampak yang diterima oleh Denmark melalui strategi pembangunan berkelanjutan tersebut?

Denmark sendiri menerapkan program pembangunan berkelanjutan dengan tidak hanyan dijalankan oleh pemerintah saja tapi juga menggandeng masyrakat sipil untunk menunjukkan kesadaran mereka bahwa sangat pentingnya pembangunan berkelanjutan dengan menguatkan segala sektor ekonomi maupun yang lainnya tanpa merusak masa depan. Beberapa implementasi serta dampak dari rancangan pembangunan berkelanjurtan yang sudah terlaksana sebagai berikut:[5]

  • Implementasi pada capaian organisasi masyarakat sipil

Organisasi Masyrakat Denmark lebih memfokuskan untuk meningkatkan kerjasama berebasis implementasi kemitraan antara Denmark maupun negara lainnya tujuan adalah untuk memperkuat akuntabilitas di Denmark dalam tingkat domestik maupun asing, dengan menggandeng mitra mampu meningkatkan kesadara serta tujuan akhir dari kepentingan pemerintah Denmark untuk program pembangunan berkelanjutan. Beberapa dampak yang diterima dari strategi ini adalah

  1. Bekerjasama dengan Oxfam IBIS selama sepuluh tahun bermutra dalam focus untuk mengembangkn serta meningkatan kualitas pendidikan di Denmark serta Negara – Negara berkembang dengan membuka lebih dari 180.000 pendidikan berkualitas di seluruh negei hal ini dilakukan untuk memperkuat pandangan global akan kualitas pendidikan di Denmark
  2. Dari sektor kesehatan Denmark menggandeng organisasi masyarakat yaitu The Danish Family Planning Associations (DFPA) untuk bergerak pada bidang kesehatan, permasalahan seksual dan reproduksi
  3. CARE Denmark secara strategis memprioritaskan kerja sama dengan SDG17 untuk meningkatkan kemitraan multi-pemangku kepentingan. Hal ini telah menyebabkan kemitraan dengan tiga perusahaan Denmark, Chr. Hansen, Arla dan Coop, dalam tiga proyek unik yang semuanya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat akses ke pasar dan teknologi baru bagi petani miskin.
  4. International Work Group for Indigenous Affairs (IWGIA) telah berkontribusi pada pengembangan “The Indigenous Navigator” – alat berbasis komunitas untuk mengumpulkan data terpilah, yang direkomendasikan oleh PBB sebagai alat untuk memantau pelaksanaan Hak-Hak Masyarakat Adat dalam kaitannya dengan SDGs. IWGIA juga bekerja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adat tentang SDGs dan memungkinkan keterlibatan dan kontribusi mereka dalam proses peninjauan dan tindak lanjut nasional di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
  • Implementasi serta dampak pembangunan berkelanjutaan pada sektor ekonomi dan bisnis

Pada sektor bisnis ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Denmark dengan  mitra perusahaan dan para investor dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu memfokuskan dan mewajibkan mitra untuk meningkatkan serta menjaga beberapa sektor sebgai berikut.

  1. Melakukan recycle atau melakukan pembelian, perombakan dan perbaikan penggunaan peralatan teknologi yang 95 persen bahan baku bekas bisa di daur ulang ataupun bias digunakan oleh perusahaan lainya

  2. Menjaga kualitas air serta industri makanan, dimana pemerintah dan mitra sudah berkomitmen untuk mengurangi 15– 30 persen konsumsi air sebagai bahan baku pembuatan makan dan menggantikannya dengan pengembangan teknologi ramah lingkungan dengan tetaap meningkatnya produksi maknan tapi sedikit penggunaan air

  3. Pemerintah Denmark menggandeng Novozymes yang telah menjalankan lebih dari 10 tahun program menghemat 100 juta ton CO2, melalui Novozymes merancang energi berkelanjutan untuk melawan produksi karbon

  • Implementasi serta dampak pembangunan berkelanjutaan pada sektor ekonomi dan bisnis.

Pada daerah lokal dalam bentuk kota maupun desa pemerintah Denmark memprioritaskan pembangunan pada bidang layanan sosial, pendidikan, keseharan, pemantau iklim dan lainnya berguna untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah Denmark dan masyarakat lokal untuk berkolabirasi dalam menyukseskan program pembangunan berkelanjutan

Beberapa upaya yang menjadi dan memberi dampak yang baik berupa

  1. Pemerintah daerah menggandeng warga sekitar untuk terlibat, berkresi serta memberikan ide dalam mebangun kota atau desa yang ramah lingkungan hal ini sudah tergambar dimana Kota Copenhagen dan Sonerborg berhasil menerapkan strategi tersebut

  2. Mengembangkan daerah pendidikan dengan nuansa kota hijau

  3. Memperhatikan kualitas kesehatan dengan memfokuskan atau pelayanan ekstra layanan kesehatan pada pengidap kanker, penyakit kronis dan juga fasilitas kesehatan yang mapan untuk manusia lanjut usia

  4. Membatasi daya beli masyarakat terkhusus produksi CO2.

  5. Pembangunan gedung yang ramah lingkungan [6]

Analisis Keterkaitan SDGs Denmark dengan Kebijakan Global di Uni Eropa

Denmark, negara yang telah mendahului beberapa negara lain dalam hal pembangunan berkelanjutan, strategi nasional (sebagai dokumen dan sebagai proses) dibangun atas identifikasi masalah atau isu-isu yang secara langsung bertujuan untuk menghilangkan ancaman global dan mendukung transisi menuju pembangunan berkelanjutan. Namun prioritas pembangunan hari ini dapat bervariasi karena satu dekade perubahan sistem dan peningkatan pemahaman global urusan. National Sustainable Development Strategy (NSDS) Denmark setelah hampir 10 tahun sejak persetujuannya masih di bawah revisi. Revisi terbaru direncanakan untuk tahun 2008, tetapi tidak dihidupkan.[7]

NSDS Denmark memiliki sejumlah perkembangan positif di nasional dan global tingkat. Hal ini tercermin dalam strategi saat ini. Kesadaran publik dan manajemen pemerintah adalah prioritas dalam pengembangan proses dan struktur. Semua kementerian mengakui pembangunan berkelanjutan dan melibatkan ide dan tujuan ke dalam kebijakan baru. Kerja sama lintas sektor dideklarasikan. Perdana Menteri Denmark, Rasmussen dalam kata pengantar NSDS Denmark menyebutkan tiga dimensi “Brudtland” pembangunan berkelanjutan: “pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang seimbang secara sosial dan perlindungan alam dan lingkungan dan kesehatan manusia”. Selain itu, inisiatif warga negara dan bisnis untuk bergerak menuju pembangunan berkelanjutan diakui.

Keterkaitan Tujuan Denmark dengan Tantangan Utama Global dan UE

Tantangan Utama Global dan UE Tujuan Denmark, 2002
Inklusi sosial, demografi, dan migrasi Kesejahteraan masyarakat harus dikembangkan serta pertumbuhan ekonomi harus dipisahkan dari dampak lingkungan.
Kesehatan masyarakat

 

Harus ada lingkungan yang aman dan sehat untuk semua orang, dan kita harus mempertahankan tingkat perlindungan yang tinggi
Konsumsi dan produksi berkelanjutan Pasar harus mendukung pembangunan keberlanjutan.
Konservasi dan pengelolaan sumber daya alam Kita harus mengamankan tingkat tinggi keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem.
Kemiskinan global dan tantangan pembangunan berkelanjutan

Pembiayaan bantuan dan instrumen ekonomi

Kita harus mengambil tindakan di tingkat internasional.

Berdasarkan table tersebut, diketahui bahwa Denmark didorong untuk bekerja secara mendalam untuk “memperoleh perjanjian internasional tentang pajak lingkungan”, (dimulai dengan kerja sama dengan UE sebagai serikat ekonomi regional). Kemitraan di bidang ekonomi sangat penting bagi pemerintah Denmark karena bagian ekonomi sangat terkait dengan bidang lingkungan dalam strategi. Inisiatif yang diusulkan diarahkan untuk meningkatkan stabilitas di kedua bidang, tanpa degradasi salah satu dari mereka.[8]

Pada tingkat lingkungan, Denmark mendukung prinsip kehati-hatian, yaitu banyak digunakan dalam Rio Declaration on Environment and Development (1992). Manajemen yang memadai bersama dengan penghormatan terhadap keanekaragaman hayati dipandang sebagai “elemen penting dalam inisiatif masa depan”. Dengan demikian NSDS Denmark memiliki keterlibatan yang kuat dalam masalah ini, tidak hanya dalam tujuan, tetapi juga dalam kegiatan lintas sektoral. Hal ini dirumuskan dalam strategi: “Denmark bekerja secara aktif untuk meningkatkan Eropa dan perlindungan lingkungan internasional melalui kerja sama UE”. [9]

Mengenai bagian sosial, Denmark memahami perlunya kerja bersama manfaat pasar dan sosial bagi masyarakat. Sejumlah tujuan di bidang ini diarahkan ke Negara-negara kandidat UE, untuk membantu mereka mengembangkan standar sosial yang diperlukan dengan melakukan penelitian dan pelatihan pendidikan lanjutan berdasarkan pembangunan berkelanjutan. Denmark menggunakan Millennium Development Goals untuk lebih mengembangkan kondisi sosial pada warga negara.

Penutup

Kesimpulan

Denmark telah menyerap tujuan yang disarankan oleh komunitas internasional. Tujuan dalam strategi ini terkait dengan keberlanjutan global pembangunan; mereka disebutkan dalam konteks integrasi keseluruhan, kepatuhan terhadap agenda lingkungan dan masyarakat yang sejahtera. Selain itu, keanggotaan dalam UE dan kepresidenan pada tahun 2002 memainkan peran yang menentukan dalam kemajuan Sustainable Development Denmark.

Referensi

[1] Natalia Stepanova, “Global Governance and Sustainable Development: An analysis of some examples for global, EU and national policies and strategies”, Master Thesis International Administration and Global Governance, 2011, University of Gothenburg, hlm. 20

[2] Martin Wolf, Globalisasi: Jalan Menuju Kesejahteraan, Yayasan Obor Indonesia, 2007.

[3] Cahyandito, M. Fani. “Pembangunan Berkelanjutan, Ekonomi dan Ekologi, Sustainability Communication and Sustainability Reporting.” Jurnal Bisnis dan Manajemen (2010).

[4] Environmental Protection Agency. 1999. Indicators of the Environmental Impacts of Transportation, Washington, DC.

[5] Kristian Jansen, ‘Report for the Voluntary National Review Denmark’s Implementation of The 2030 Agenda for Sustainable Development’ Ministry of Finance, 2017, hal 43 – 60

[6] Kristian Jansen, ‘Report for the Voluntary National Review Denmark’s Implementation of The 2030 Agenda for Sustainable Development’ Ministry of Finance, 2017, hal 43 – 60

[7] Natalia Stepanova, “Global Governance and Sustainable Development: An analysis of some examples for global, EU and national policies and strategies”, Master Thesis International Administration and Global Governance, 2011, University of Gothenburg, hlm. 23

[8] Ibid, hlm. 24-25

[9] Ibid, hlm. 27

Pages:Previous page 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *